Seedorf dan Kluivert bertujuan untuk membuktikan ragu-ragu dengan Kamerun

Terdapat di ujung pulau Grande Comore di Samudra Hindia serta dikelilingi oleh pohon-pohon palem yang tampak menyepelakannya seperti lampu sorot rimbun, Stadion Said Mohamed Cheikh ialah salah satunya tempat sangat indah dalam dunia sepakbola internasional. Tetapi saat Komoro, rangking ke-149 dalam dunia, tuan-rumah juara Afrika di hari Sabtu, semua mata akan ada di ruangan nantikan tamu, dimana Clarence Seedorf serta asisten manajernya, Patrick Kluivert, akan mengamati Kamerun untuk kali pertamanya. Penunjukan Kamerun atas ganda Belanda bulan lantas, sesudah negosiasi dengan Sven-Göran Eriksson tidak berhasil, dipuji menjadi kudeta ulung oleh beberapa petinggi yang lakukan penunjukan tapi diterima dengan skeptis oleh beberapa masyarakat Kamerun yang lain. Bekas penyerang timnas Patrick Mboma menyimpulkan kecemasan saat dia menyampaikan: “Seedorf mempunyai dikit pengalaman menjadi pelatih. Dia belum pernah tinggal di bangku team mana saja saat lebih dari enam bulan, baik di Milan, Shenzhen atau di Deportivo La Coruña, yang dia tidak bisa selamatkan dari degradasi. Serta Kluivert … dengan singkat mengurus Curaçao, yang saya pikir kurang untuk mengatasi team besar seperti Kamerun.

“Kami tidak memperdebatkan karier bagus mereka menjadi pemain, tapi saya terperanjat jika dengan kurang dari setahun ke Afcon [Piala Afrika] jika Kamerun jadi tuan-rumah kami katakan dua orang yang tidak pernah bekerja di Afrika serta tidak paham apa-apa mengenai Afrika sepak bola.” Tidak hanya meremehkan peranan Kluivert menjadi asisten manajer Belanda saat mereka sampai semi final Piala Dunia 2014, rangkuman Mboma terdengar adil. Serta ada pula pendapat – yang dibikin oleh Kamerun yang berkesan oleh Aliou Cissé’s Senegal di Piala Dunia – jika lompatan iman mesti diambil pada beberapa orang dengan dikit pengalaman manajemen yang sukses di tingkat paling tinggi, karena itu kenapa tidak memberi Kamerun Pelatih peluang? Tapi ditempatkan dengan fait accompli, Mboma berkata mengenai ganda Belanda: “Kami mesti memberikan mereka peluang untuk menunjukkan apakah yang dapat mereka kerjakan. ” Minimnya silsilah pasangan ini pasti akan dinaikkan lagi bila Kamerun tidak tampil baik di hari Sabtu dan sebagainya. Pemukulan Komoro dipandang seperti normalitas, bahkan juga bila negara pulau kecil itu memperoleh hasil paling besar dari histori sepakbola pendek mereka dengan meredam Ghana dengan hasil imbang 0-0 di kandang pada 2015. Seedorf serta Kluivert tidak menjauh dari ketetapan yang kontroversial.

Artikel Terkait :  Real Madrid Serius Ingin Boyong Robert Lewandowski!

Untuk tim pertama mereka, mereka menghilangkan dua pemain sangat popular di negara itu, Benjamin Moukandjo serta Christian Bassogog, yang kedua-duanya bertindak dalam kemenangan benua tahun kemarin. Kesuksesan itu membuat mereka memperoleh transfer yang menguntungkan ke China, yang membuat mereka kehilangan tempat dibawah Seedorf. “Pemain muda yang baik tidak bersaing di China atau di Asia,” tuturnya, menyaratkan jika dia akan memprioritaskan pemain berbasiskan Eropa. Itu selekasnya dikritik menjadi dogma arogan yang tidak dapat dipertahankan saat saat makin banyak club Asia yang membuat penawaran tidak tertahankan buat beberapa pemain Afrika. Seedorf mempunyai sekumpulan pemain yang wajar untuk diambil tapi tidaklah terlalu dalam hingga ia dapat mendiskon pemain seperti Moukandjo serta Bassogog menjadi permasalahan kebijakan.

Dia nampaknya dikit kembali kenang dalam satu interviu di tv Kamerun, menyampaikan pasangan itu dibiarkan karena tak perlu buat mereka untuk lakukan perjalanan panjang saat kualitas mereka telah diketahui. “Kami juga bakal ikut serta dengan mereka di hari esok.” Seedorf dapat tunjukkan jika Moukandjo serta Bassogog juga adalah sisi dari tim yang tidak berhasil sampai Piala Dunia serta jika manajer awal mulanya, Hugo Broos, juga menjatuhkan Bassogog, seseorang pemain sayap yang mendebarkan di hari itu, sesudah Afcon yang menang dengan argumen jika “Dia mesti merubah langkah bermainnya; itu begitu dapat diperkirakan. Bila saya 40 tahun lebih muda dia tidak pernah melalui saya dengan bola karena kebanyakan orang tahu apakah yang akan dia kerjakan. Dia tampil di Afcon karena team tidak paham Bassogog tapi saat ini mereka mengerjakannya. ”Kemudian lagi, untuk Seedorf untuk mencuplik Broos mungkin tidak pintar mengingat jika Belgia dipecat, 10 bulan sesudah memenangi Afcon, karena jatuh dengan beberapa pemain dan kementerian berolahraga. Di kolom credit untuk Seedorf ialah fakta jika Paul-Georges Ntep dapat lakukan kiprahnya di hari Sabtu sesudah terima panggilan menyusul beberapa penolakan. Dia membuat dua tampilan untuk Perancis dalam laga pertemanan sebelum Euro 2016 tapi pemain depan sudah akan memutus untuk menjanjikan hari esok internasionalnya ke negara kelahirannya. Seedorf juga memberi seruan pertama pada beberapa pemain bertahan Adrien Tameze dari Nice serta Jérôme Onguéné dari Red Bull Salzburg. Skuadnya termasuk juga Carlos Kameni, Allan Nyom, Eric Maxim Choupo-Moting serta André Onana, yang semua sudah menampik seleksi dalam beberapa waktu paling akhir karena ketidaksamaan dengan Broos atau kecemasan mengenai kerja misterius Federasi Sepakbola Kamerun (Fecafoot) serta kementerian berolahraga.

Artikel Terkait :  Dapatkah Nyasha Mushekwi akhirnya menyerah untuk Zimbabwe?

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme